Kuliah Bareng Pak Prof.Erry Utomo,P.hD

Kesempatan berharga ini diperoleh SDN 1 Wonosobo pada kegiatan kunjungan Kepala Sekolah-Kepala Sekolah pemenang Lomba Budaya Mutu Tingkat Nasional tahun 2018 ke Sekolah Dasar Negeri 1 Wonosobo. Pada kesempatan ini Prof.Erry menyampaikan struktur kekuatan sekolah dalam membentuk proses pembelajaran yang maksimal. Mulai dari penyusunan kurikukum melalui analisis SWOT dan EDS. Dalam penyusunan kekuatan sekolah dalam membentuk kurikukum dimulai dari tersusunnya Dokumen 1 dan Dokumen 2 yang mengakomodir visi, misi, dan tujuan sekolah.

Beliau menyampaikan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik guru menerapkan pembelajaran 40% di dalam kelas dan 60% di luar kelas dalam arti bahwa pembelajaran menggunakan metode CTL, PBL, dan DBL. Selain itu dalam menciptakan pembelajaran yang akan mewariskan kemampuan abad 21 yaitu critical, creative, collaborative, dan communicative pada peserta didik guru harus memahami tentang taksonomi Bloom. Dalam menerapkan kemampuan abad 21 guru harus melakukan pengukuran peserta didik menggunakan C4 s.d. C6.

Dalam proses pembelajaran  guru harus mampu mengintegrasikan PPK, Literasi dan Kemampuan abad 21. Dalam menciptakan pembelajaran harus disesuaikan dengan kedalaman kemampuan anak sesuai dengan jenjang sekolah sehingga guru perlu melakukan analisis materi pembelajaran. Kurikukum yang sudah diciptakan sangat sistemis sesuai dengan jenjang kelas siswa. Sehingga untuk mencapai kemampuan dasar siswa, guru memahami kompetensi dasar yang ada pada setiap jenjang kelas.

Selain itu, beliau menyampaikan dalam melakukan pembelajaran guru harus mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan lingkungan yang ada di sekitar siswa. Sehingga pembelajaran mampu menciptakan siswa yang kritis dan kreatif. Sekolah adalah pelayan pendidikan di garis terdepan harus mampu   memaksimalkan potensi yang ada di sekitar sekolah. Seperti dunia usaha, dunia industri, alumni sekolah harus digandeng sekolah dalam memberikan proses pendidikan yang kontekstual secara efektif dan efisien.

Terima kasih prof.Erry. Kami tunggu ilmu-ilmu yang lainnya.

Tinggalkan Balasan